Jumat, 04 Mei 2012

tanpa judul

Ditandai bulir-bulir syahdu yang turun dari awan
Semua menjadi semakin indah
Kepalaku menurun tunduk
Membisikkan doa yang lirih
Hapuskan jejaknya untukku hujan
Tutupkan sedihku dalam rinaimu
Biarkanlah aku membaur padamu
Hantarkanlah aku sampai ke tengah lautan
Aku ingin jadi buih yang menghilang di lautan
Seperti cerita duyung yang tersakiti oleh cintanya

 22 Agustus

tentangku dan semua

Aku tahu laut itu biru
Tapi baru kutahu kau begitu pilu
Aku tahu awan itu putih
Tapi baru kutahu kau begitu sedih

Sesaat yang buat luka
Sekejap yang buat lara
Mestinya kau tak mengenalku
Harusnya kau tak mencintaiku

Tak akan ada sesal terdampar
Tak akan ada penggalan sukar
Aku maknai sikapmu
Aku artikan tatapmu

Mau dikata cinta
Tapi mulut telah ternoda
Mau dikata sayang
Tapi hati kian melarang
Bila aku mampu
Kan kuubah ingatanmu

Bila aku sanggup
Kenangan itu kan aku tutup
Kataku yang tertawar
Jangan kau anggap hanya kelakar

Aku benar cinta
Tapi maaf aku tak bisa
Aku benar sayang
Makanya aku menghilang

Apa adanya cinta
Hanya sebatas bicara
Apa adanya kasih
Hanya buat selisih

Apa adanya rasa
Hanya buat luka
Apa adanya raga
Hanya buat kecewa

Karena apa yang ada padaku
Segala tak baik untuknu
Maka lupakan aku
Dan cari penggantiku

hemm

Aku membasahkan diriku
Membersihkan segala rasa dalam hati
Namun lagi-lagi semuanya mesti menggantung
Membuat air rasaku menetes perlahan hingga habis tak tersisa
Teriknya cahayamu membuatku semakin merasa lelah
Semua menjadi kaku dan terlalu kering
Sudahlah,,
Daripada semua hanya menyiksaku
Aku ambil hati itu dari hadapmu

mencintaimu

Telah kurobohkan semua angkuhku
Dan katakan aku mencintaimu
Telah kusingkirkan egoku
Hingga urungkan segala inginku
Telah kuberikan semua sayangku
Tapi kau tetap membisu
Untaian doa yang tersyair seakan telah sia sia
Karena dirimu tiap waktu semakin menjauhiku
Apakah hatimu telah milik yanglain
Apakah kau inginkan perpisahan
Aku meluruh sedih
Membalut air mata dalam sesak
Kehilanganbegitu nyata buatku luka